Senin, 20 Februari 2012

JADWAL KEGIATAN AKHIR TAHUN


JADWAL KEGIATAN AKHIR TAHUN
UAM BN, UAM, UN (PRAKTEK) - UAM BN, UAM, UN (TULIS)
MTs MUHAMMADIYAH CIASMARA PAMIJAHAN BOGOR
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

UAMBN, UAM, UN (PRAKTEK)
NO
MATA PELAJARAN
PENGUJI
PELAKSANAAN
1.              
Al-Qur’an Hadits
Elya Zulkifli Alfurqon, S.Ag
15 Februari 2012
2.              
Fiqih
Nurlaelah, S.Pd.I
20 Februari 2012
3.              
PJOK
Soleh Hadin, S.Pd.I
18 Februari 2012
4.              
Bahasa Indonesia
Ade Sopian, S.Pd
Dilaksanakan pada waktu KBM,
Tanggal 20 s/d 25 Februari 2012
5.              
Bahasa Inggris
Elly Rahmawati, S.Pd.
6.              
Bahasa Arab
Ucu Burhanudin, S.Pd.I
7.              
IPA
Retno Sudiarti, S.Si
8.              
Ket. TIK
Kholis Lismawati, S.Pd.
9.              
Seni Budaya
Soleh hadin, S.Pd.I.
10.           
Bahasa Sunda
Pipih Depiyawati

TRY OUT UJIAN NASIONAL (TULIS)
NO
HARI/TANGGAL
JAM
WAKTU
MATA PELAJARAN
1.
Senin, 5 Maret 2012
I
08.00 – 10.00
Bahasa Indonesia
2.
Selasa, 7 Maret 2012
I
08.00 – 10.00
Matematika
3.
Rabu, 8 Maret 2012
I
08.00 – 10.00
Bahasa Inggris
4.
Kamis, 9 Maret 2012
I
08.00 – 10.00
Ilmu Pengetahuan Alam

UAM BN UTAMA (TULIS)
NO
HARI/TANGGAL
JAM
WAKTU
MATA PELAJARAN
1.
Senin,
26 Maret 2012
I
08.00 – 09.30
Al-Qur’an Hadits
II
10.00 – 11.30
Akidah Akhlak
2.
Selasa,
27 Maret 2012
I
08.00 – 09.30
Fiqih
II
10.00 – 11.30
SKI
3.
Rabu,
28 Maret 2012
I
08.00 – 09.30
Bahasa Arab
II
10.00 – 11.30
Kemuhammadiyahan (UAM NON-BN)

UAM UTAMA (TULIS)
NO
HARI/TANGGAL
JAM
WAKTU
MATA PELAJARAN
1.
Kamis, 29 Maret 2012
I
08.00 – 09.30
Pendidikan Kewarganegaraan
II
10.00 – 11.30
Teknologi Informasi dan Komunikasi
2.
Jum’at, 30 Maret 2012
I
08.00 – 09.30
Ilmu Pengetahuan Sosial
3.
Sabtu, 31 Maret 2012
I
08.00 – 09.30
Bahasa Daerah
II
10.00 – 11.30
Seni Budaya
4.
Senin, 02 April 2012
I
08.00 – 09.30
Bahasa Indonesia
II
10.00 – 11.30
Matematika
5.
Selasa, 03 Maret 2012
I
08.00 – 09.30
Bahasa Inggris
II
10.00 – 11.30
Ilmu Pengetahuan Alam

UJIAN NASIONAL UTAMA (TULIS)
NO
HARI/TANGGAL
JAM
WAKTU
MATA PELAJARAN
1.
Senin, 23 April 2012
I
08.00 – 10.00
Bahasa Indonesia
2.
Selasa, 24 April 2012
I
08.00 – 10.00
Matematika
3.
Rabu, 25 April 2012
I
08.00 – 10.00
Bahasa Inggris
4.
Kamis, 26 April 2012
I
08.00 – 10.00
Ilmu Pengetahuan Alam



Kamis, 16 Februari 2012

Info Penting Neeh......

173.334 Ruang Kelas Akan Diperbaiki pada tahun 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –Sepanjang tahun 2012 ini, sebanyak 173.344 ruang kelas yang rusak berat akan diperbaiki. Demikian dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh  kepada wartawan di kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/2/2012).
“Total anggaran 2012 Rp15, 822,243 triliun. Terdiri dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemendikbud Rp 7,8 triliun dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesarRp 8 triliun. Dananya sudah ditransfer ke kabupaten kota,” kata M Nuh.
Dia mengatakan, dalam minggu ini mulai secara berangsur-angsur dana perbaikan ruang kelas yang rusak akan dikirim ke sekolah-sekolah tersebut. Terkait pengelolaan dananya sendiri tidak memakai tender. Sehingga sekolah-sekolah tersebut bisa langsung membelanjakannya untuk kepentingan perbaikan ruang kelas.
“Kami pun sudah berikan petunjuk teknis (juknis), spesifikasi termasuk juga bagaimana sistem pelaporannya di dalam melakukan rehab itu. Kami juga menyiapkan e-monitoring di mana sekolah-sekolah bisa menyampaikan progresnya setiap saat,” terangnya.
Ditegaskan M Nuh, Kemendikbud menentukan tiap dua minggu harus menyampaikan laporan penggunaan dana rehab tersebut melalui e-monitoring. Selain itu, bisa juga melalui pesan singkat (SMS), bisa juga lewat atau web atau internet.
Dengan demikian, Kemendikbud bisa mengetahui perkembangan demi perkembangan dari perbaikan ruang kelas yang dilakukan di sekolah tersebut. Baik dari kondisi fisik lapangannya maupun dari sisi berapa pencairan dana yang sudah dilakukan.
“Kami juga melengkapi setiap sekolah sekarang sudah ada koordinatnya, lintang selatan, lintang utaranya sudah ada. Sehingga dengan mudah nanti kalau mau melakukan verifikasi apa betul di sini sudah ada kegiatan dan pencapainnya. Kami menggunakan google dan langsung bisa kami lihat bagaimana kondisi yang ada di lapangan,” katanya.
M Nuh mengharapkan sebanyak 173 ribu ruang kelas yang rusak itu dapat rampung perbaikkannya pada Oktober mendatang. (*)

Sabtu, 04 Februari 2012

Minggu, 22 Januari 2012




CIREBON - Keinginan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk menyejahterakan masyarakat Cirebon tidak perlu diragukan lagi. Berbagai terobosan dilakukan, mulai dari pembangunan infrastruktur  hingga pendidikan dan kesehatan.


Salah satu ide cemerlang gubernur, selama kurun waktu 3 tahun, mulai tahun 2011 hingga 2013 mendatang, gubernur akan membantu sekolah swasta   berupa pembangunan ruang kelas belajar (RKB) . Tidak tanggung-tanggung, bantuan ruang kelas baru ini  mencapai 18 ribu RKB yang tersebar di seluruh Jawa Barat.


Di sela-sela kunjungan ke Radar Cirebon (JPNN Group), Sabtu (21/1), Heryawan mengaku selama tiga tahun, dirinya membuat program pembangunan ruang kelas baru khususnya SMP dan SMA. Dia menargetkan selama 3 tahun akan dibangun 18 ribu ruang kelas, setiap tahunnya ruang kelas baru yang  dibangun jumlahnya mencapai 6 ribu. Karenanya, tahun 2013 mendatang program ini sudah selesai. Sementara itu, anggarannya per ruang kelas baru sekitar Rp85 juta. Karenanya, ada sekolah yang mendapatkan  bantuan 2 ruang kelas baru, ada juga yang mendapatkan bantuan 4 ruang kelas baru.


“Ada salah satu sekolah di Cianjur mendapatkan  bantuan pembangunan 4 ruang kelas baru, namun pada kenyataannya justru mereka bisa membangunnya hingga 6 ruang kelas. Tentu ini sangat luar biasa, karena sekolah tersebut ternyata bisa membangun ruang kelas lebih banyak dari pagu anggaran yang sudah ada,” ungkapnya.


Pria yang akrab disapa Aher ini membeberkan,  angka anak usia  sekolah SD mengalami peningkatan tajam,  tahun 2008 mencapai 96 persen, namun tahun sekarang naik menjadi 115 persen.  Kenaikan hingga 115 persen ini, selain karena standarisasi siswa masuk SD usia 7 tahun, pada kenyataannya ada anak usia 5-6 tahun sudah masuk SD, dan ini termasuk kategori tambahan, se hingga mencapai 115 persen.


Tidak hanya SD, angka usia anak masuk ke jenjang SMP juga mengalami peningkatan, dari tahun 2008 hanya 89 persen, namun tahun ini justru naik menjadi 98 persen. Sedangkan untuk usia masuk SMA sederajat, yang melanjutkan pendidikan ke SMA tahun 2008 hanya 51 persen dan tahun ini naik menjadi 61 persen.


“Saya akui, minat anak melanjutkan sekolah ke jenjang SMA atau sederajat masih sedikit dan belum mencapai 100 persen,” tandas suami Netty Prasetyani itu.


Dia juga mengkritik data-data yang dikeluarkan BPS  tentang angka pendidikan di Jawa Barat yang dinilainya masih terlalu mentah. Seharusnya, ketika melakukan sensus atau survey, juga diberikan catatan rekomendasi tentang pendidikan, seperti kondisi sekolah rusak, sehingga pemerintah provinsi bisa mengetahui secara detail.


Gubernur juga menyayangkan DPRD yang jarang membaca data-data. Meski membaca data dari BPS hanya data yang mentah, sehingga kondisi riil di lapangan tidak mereka ketahui secara utuh. “Program peningkatan pendidikan dan kesehatan sudah kami lakukan, dan saya akan melanjutkan ini semua,” kata Heryawan.


Selain itu, Gubernur juga sudah meluncurkan program Kredit Cinta Rakyat (KCR). Menurutnya, program ini sebenarnya sudah dirancang sejak tahun 2010, namun baru bisa direalisasikan tahun 2012 setelah mendapatkan kesepakatan dengan BJB (Bank Jabar Banten). Untuk membahas KCR hingga siap diluncurkan, membutuhkan 47 kali rapat. Hal ini disebabkan kredit ini termasuk format baru karena sebelumnya tidak ada.


Menurut Heryawan,  kredit ke masyarakat lewat BJB ini bunganya sangat rendah. Jika biasanya bungan KUR mencapai 14-20 persen itupun tergantung nilai pinjamannya,  sedangkan KCR ini bunganya paling tinggi hanya 9 persen, bahkan realisasinya hanya sekitar 7-8 persen. Namun demikian, KCR ini dibatasi untuk rakyat.


“Kalau pusat punya KUR, provinsi punya KCR. Program ini hanya diperuntukkan bagi para pengusaha level awal yaitu mikro. Kami batasi Rp50 juta. Pengusaha besar tidak boleh. Kalau pinjamannya di atas Rp50 berarti termasuk KUR dan bunganya normal. Kelihatannya 3-4 bulan akan habis. Silakan bentuknya bisa perorangan, koperasi atau perusahaan, yang penting ada keinginan untuk mengembalikan,” urainya.


Pihaknya juga menjelaskan, persyaratan untuk mendapatkan KCR sebenarnya sangat sederhana. Yang terpenting, adanya keseriusan dari peminjam  untuk mengembalikan kredit.  Dirinya juga menepis adanya anggapan bahwa KCR ini hanya diperuntukkan bagi kalangan partai. “Saya gubernur semua partai, saya gubernur semua masyarakat Jawa Barat. KCR ini untuk masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya. (abd)